Tue. Dec 1st, 2020

Lebih Dekat dengan DWS

Danang Wicaksana Sulistya (DWS) lahir di Yogyakarta, 4 Januari 1979. Suami dari Lindra Putriatna dan ayah dari dua putri ini dapat dikatakan kenyang dengan asam garam organisasi karena mengawali kegiatan aktivisnya sejak usia muda.

Selepas pendidikannya di SMP 5 Yogyakarta pada tahun 1994, DWS diterima bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang. Kemandirian DWS dilatih sejak masa itu. Dengan mulus dia menjalani latihan menghadapi persoalan, mencari solusi dan menempa diri menjadi seorang pionir di sekolah berasrama yang menetaskan banyak petinggi militer itu.

Menamatkan SMA pada tahun 1997, DWS memilih jalan yang tidak lazim untuk siswa SMA Taruna Nusantara. Pada umumnya, lulusan sekolah itu masuk Akademi Militer. Namun tidak dengan DWS

Saat itu dia berhasil menyabet beasiswa pendidikan pilot dari Maskapai plat merah. Sayangnya, krisis moneter menghantam, sehingga seluruh program beasiswa pilot kala itu dialihkan ke universitas di dalam negeri.

Ayah dari Queenira Faiza dan Queenasya Adzkiya ini memilih melanjutkan pendidikan ke Jurusan Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia (UII).

Semasa kuliah, DWS kerap menduduki jabatan penting dalam keorganisasian di lingkungan kampus. DWS aktif di Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil sepanjang masa pendidikannya di UII. Puncaknya, DWS dipercaya sebagai Ketua Kompitemasi Fakultas Tenik Sipil dan Pembangunan UII.

Lima tahun menjalani pendidikan di UII, pada tahun 2002 DWS meniti karir di dunia teknik sebagai Site Engineer proyek pembangunan jembatan rel kereta api jalur ganda antara Brambanan-Srowot, lintas Yogyakarta-Solo.

Tidak berhenti sampai di situ, setahun kemudian pada tahun 2003, DWS kembali dipercaya menjadi nahkoda pembangunan rel kereta api, di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, sebagai Site Manager. Enam tahun berkarir di bidang teknik sipil, karya DWS sudah tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Setelah malang melintang di sejumlah perusahaan bergengsi, DWS pada tahun 2019 dipercaya sebagai Staf Khusus Kepala Lembaga Taman Taruna Nusantara (LPTTN) dan Yayasan Kesejahteraan dan Perumahan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

DWS juga tidak dapat dianggap sebagai anak bawang dalam dunia politik. Sejak tahun 2009, dia terjun menjajal gelanggang sebagai Caleg DPR RI Dapil Jawa Tengah. Hingga kini, DWS masih tetap memiliki passion yang cukup besar di dunia politik. DWS tercatat pernah menduduki jabatan penting di partai politik, dan puncaknya dia sempat terpilih sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Timur, Ketua DPP Gerindra Bindang Pekerjaan Umum dan Ketua DPP Gerindra Bidang Informasi Strategis.

DWS adalah sosok yang sederhana. Persinggungannya dengan persoalan masyarakat sejak masa kuliah dan bekerja di lokasi-lokasi sub urban membuatnya tertarik untuk mendharmabaktikan tenaganya bagi kemajuan daerah.

Sleman dipilihnya sebagai medan pengabdian DWS selanjutnya. Tahun ini, DWS sedang mengerahkan seluruh perhatiannya untuk mengurai potensi dan permasalahan di wilayah ini. ***